Menelusuri Peradaban Zaman Batu di Cipari


(Artikel Diambil dari Republika, Minggu, 14 April 2002)

Kuningan, bagi para arkeolog merupakan sebuah daerah yang banyak menyimpan misteri masa lalu, terutama zaman megalitikum. Memang masih banyak benda peninggalan masa lalu yang dapat ditemukan di Kabupaten Kuningan. Bahkan ekskavasi secara berkala pernah dilakukan oleh Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional Jakarta pada tahun 1974.

Beragam temuan banyak didapati di hampir seluruh wilayah kabupaten yang terletak di kaki Gunung Ciremai ini. Mulai dari menhir, batu dakon, meja batu, hingga peti kubur batu tersebar. Tercatat, 14 buah peti kubur batu terdapat di Desa Cibuntu, Kecamatan Mandirancan, Palatagan (Pancalang), Rajadanu (Jalaksana), Raga Wacana (Kramat Mulya), Panawar Beas (Cigugur), dan di Desa Cigadung serta Pager Barang Citangtu Kecamatan Kuningan Kota. Read more »

Situs Gunung Nagara

Date: Fri, 23 Sep 2005 02:10:18 +0100 (BST)
From: “:: Yayan Mulyana ::” <jajaka_subang@yxxxx>
Subject: Menelusuri Situs Gunung Nagara

Menelusuri Situs Gunung Nagara
OLEH RONI NUGRAHA

DALAM peradaban tatar Sunda, Kabupaten Garut pada
umumnya, khususnya wilayah Garut selatan kurang begitu
diperhatikan. Terlebih jika dikaitkan dengan kerajaan
atau dengan isu penyebaran ajaran Islam. Sebab,
dipungkiri ataupun tidak, di wilayah Kabupaten Garut
tidak pernah berdiri kerajaan besar sekaliber Galuh
Pakuan, Sumedang Larang, Pajajaran, Kasepuhan dan
Banten. Akan tetapi, realitas tersebut tidak menutup
kemungkinan kalau di wilayah Garut pernah berdiri
kerajaan kecil yang dijadikan basis penyebaran agama
Islam di wilayah Garut Selatan yang terjadi sekira
awal abad ke 13. Read more »

Islamisasi Dinasti Prabu Siliwangi

Islamisasi Dinasti Prabu Siliwangi
Oleh AHMAD MANSUR SURYANEGARA
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1104/22/teropong/lainnya2.htm

DINASTI Sang Prabu Siliwangi pada abad ke-15,
menjadikan Islam sebagai agamanya secara aman dan
damai. Diawali dengan sebab adanya pernikahan kedua
Sang Prabu Siliwangi dengan Subang Larang putri Ki
Gedeng Tapa, Syah Bandar Cirebon. Subang Larang adalah
santri Syekh Kuro atau Syekh Hasanuddin dengan
pesantrennya di Karawang. Dinasti Sang Prabu Siliwangi
dari pernikahannya dengan Subang Larang, terlahirlah
tiga orang putra putri. Pertama, Pangeran
Walangsungsang, kedua, Nyai Lara Santang dan ketiga
Raja Sangara. Ketiga-tiganya masuk Islam. Read more »

Cirebon, sejarah singkat

From: “Lukman Hakim” <Lukman.Hakim@sxxx.co.id>Subject:  sajarah Cirebon Date: Thursday, May 19, 2005 5:39

Mengawali cerita sejarah ini sebagai Purwadaksina, Purwa Kawitan Daksina Kawekasan, tersebutlah kerajaan besar di kawasan barat pulau Jawa PAKUAN PAJAJARAN yang Gemah Ripah Repeh Rapih Loh Jinawi Subur Kang Sarwa Tinandur Murah Kang Sarwa Tinuku, Kaloka Murah Sandang Pangan Lan Aman Tentrem Kawontenanipun. Dengan Rajanya JAYA DEWATA bergelar SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI Raja Agung, Punjuling Papak, Ugi Sakti Madraguna, Teguh Totosane Bojona Kulit Mboten Tedas Tapak Paluneng Pande, Dihormati, disanjung Puja rakyatnya dan disegani oleh lawan-lawannya.Raja Jaya Dewata menikah dengan Nyai Subang Larang dikarunia 2 (dua) orang putra dan seorang putri, Pangeran Walangsungsang yang lahir pertama tahun 1423 Masehi, kedua Nyai Lara Santang lahir tahun 1426 Masehi. Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun 1428 Masehi. Pada tahun 1442 Masehi Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis Putri Ki Gedheng Danu Warsih dari Pertapaan Gunung Mara Api. Mereka singgah di beberapa petapaan antara lain petapaan Ciangkup di desa Panongan (Sedong <http://www.kabcirebon.go.id/kecamatan.ku?di=sedong> ), Petapaan Gunung Kumbang di daerah Tegal dan Petapaan Gunung Cangak di desa Mundu <http://www.kabcirebon.go.id/kecamatan.ku?di=mundu> Mesigit, yang terakhir sampe ke Gunung Amparan Jati dan disanalah bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari kerajaan Parsi. Ia adalah seorang Guru Agama Islam yang luhur ilmu dan budi pekertinya. Pangeran Walangsungsang beserta adiknya Nyai Lara Santang dan istrinya Nyai Endang Geulis berguru Agama Islam kepada Syekh Nur Jati dan menetap bersama Ki Gedheng Danusela adik Ki Gedheng Danuwarsih. Oleh Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang diberi nama Somadullah dan diminta untuk membuka hutan di pinggir Pantai Sebelah Tenggara Gunung Jati (Lemahwungkuk sekarang). Maka sejak itu berdirilah Dukuh Tegal Alang-Alang yang kemudian diberi nama Desa Caruban (Campuran) yang semakin lama menjadi ramai dikunjungi dan dihuni oleh berbagai suku bangsa untuk berdagang, bertani dan mencari ikan di laut.
Danusela (Ki Gedheng Alang-Alang) oleh masyarakat dipilih sebagai Kuwu yang pertama dan setelah meninggal pada tahun 1447 Masehi digantikan oleh Pangeran Walangsungsang sebagai Kuwu Carbon yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Atas petunjuk Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.

Pangeran Walangsungsang mendapat gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang mendapat gelar Hajah Sarifah Mudaim, kemudian menikah dengan seorang Raja Mesir bernama Syarif Abullah. Dari hasil perkawinannya dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. Sekembalinya dari Mekah, Pangeran Cakrabuana mendirikan Tajug dan Rumah Besar yang diberi nama Jelagrahan, yang kemudian dikembangkan menjadi Keraton Pakungwati (Keraton Kasepuhan sekarang) sebagai tempat kediaman bersama Putri Kinasih Nyai Pakungwati. Stelah Kakek Pangeran Cakrabuana Jumajan Jati Wafat, maka Keratuan di Singapura tidak dilanjutkan (Singapura terletak + 14 Km sebelah Utara Pesarean Sunan Gunung Jati) tetapi harta peninggalannya digunakan untuk bangunan Keraton Pakungwati dan juga membentuk prajurit dengan nama Dalem Agung Nyi Mas Pakungwati. Prabu Siliwangi melalui utusannya, Tumenggung Jagabaya dan Raja Sengara (adik Pangeran Walangsungsang), mengakat Pangeran Carkrabuana menjadi Tumenggung dengan Gelar Sri Mangana.

Pada Tahun 1470 Masehi Syarif Hiyatullah setelah berguru di Mekah, Bagdad, Campa dan Samudra Pasai, datang ke Pulau Jawa, mula-mula tiba di Banten kemudian Jawa Timur dan mendapat kesempatan untuk bermusyawarah dengan para wali yang dipimpin oleh Sunan Ampel. Musyawarah tersebut menghasilkansuatu lembaga yang bergerak dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dengan nama Wali Sanga.

Sebagai anggota dari lembaga tersebut, Syarif Hidayatullah datang ke Carbon untuk menemui Uwaknya, Tumenggung Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang) untuk mengajarkan Agama Islam di daerah Carbon dan sekitarnya, maka didirikanlah sebuah padepokan yang disebut pekikiran (di Gunung Sembung sekarang)

Setelah Suna Ampel wafat tahun 1478 Masehi, maka dalam musyawarah Wali Sanga di Tuban, Syarif Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan pimpinan Wali Sanga. Akhirnya pusat kegiatan Wali Sanga dipindahkan dari Tuban ke Gunung Sembung di Carbon yang kemudian disebut puser bumi sebagai pusat kegiatan keagamaan, sedangkan sebagai pusat pemerintahan Kesulatan Cirebon berkedudukan di Keraton Pakungwati dengan sebutan GERAGE. Pada Tahun 1479 Masehi, Syarif Hidayatullah yang lebih kondang dengan sebutan Pangeran Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Mas Pakungwati Putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis. Sejak saat itu Pangeran Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan Carbon I dan menetap di Keraton Pakungwati.

Sebagaimana lazimnya yang selalu dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana mengirim upeti ke Pakuan Pajajaran, maka pada tahun 1482 Masehi setelah Syarif Hidayatullah diangkat menajdi Sulatan Carbon membuat maklumat kepada Raja Pakuan Pajajaran PRABU SILIWANGI untuk tidak mengirim upeti lagi karena Kesultanan Cirebon sudah menjadi Negara yang Merdeka. Selain hal tersebut Pangeran Syarif Hidayatullah melalui lembaga Wali Sanga rela berulangkali memohon Raja Pajajaran untuk berkenan memeluk Agama Islam tetapi tidak berhasil. Itulah penyebab yang utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai Negara Merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran.

Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran tersebut, dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala, bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon.

MISTERI RAWA ONOM

Pembaca sekalian. Tulisan ini merupakan hasil copy paste. Tapi mohon maaf aku lupa mempastekan sumbernya. Jadi kalau ada penulisnya yg keberatan tulisan ini ada di blog aku silahkan kontak aku biar tulisannya aku turunkan.

==begin of copy paste===

MISTERI RAWA ONOM

ONOM adalah sebangsa makhluk halus,

berpusat di areal sebuah rawa seluas 947 ha, Rawa Onom
namanya.

Orang tak boleh gegabah membicarakannya sebab selalu
saja ada akibatnya. Begitu

kata penduduk Banjar, Ciamis.
ONOM itu sebangsa makhluk halus. Orang
Banjar, Kabupaten Ciamis,

menyebutnya sebagai siluman.

Siluman punya arti tersendiri untuk sebutan kelompok
makhluk halus. Kata Sanusi (50) penduduk Purwaharja,
siluman dikenakan kepada makhluk halus yang dulunya
berujud manusia biasa. Namun karena “Ngahiang”
(menghilang), dan menjadi makhluk halus, maka disebutnya
sebagai siluman.

Kata Sanusi lagi, sampai dengan tahun 1942 wilayah Kecamatan
Purwaharja ini dikenal sebagai Kampung Siluman. Mengapa
disebut begitu, sebab orang mengganggap bahwa kampung
itu masuk areal atau wilayah kekuasaan bangsa onom.

Bangsa onom konon punya kerajaan, Pulo Majeti namanya.
Hingga kini, wilayah bernama Pulo Majeti masih tetap
ada dan hingga kini pula, banyak diziarahi orang yang
datang dari mana-mana, hingga dari luar Pulau Jawa.

“Bagi mata biasa, Pulo Majeti hanya berupa gugusan
pulau kecil di tengah rawa bernama Rawa Onom, seluas
947 ha. Namun bagi orang-orang tertentu, itu adalah
sebuah kerajaan,” tutur Mamun (50)masih penduduk
sekitar situ.

Jurukunci Pulo Majeti, Bapak Omod mengabarkan bahwa
yang berkuasa di Kerajaan Pulo Majeti adalah Prabu Selang
Kuning. Istrinya bernama Ratu Gandawati. Dia punya aparat,
yaitu Patih Kalintu dan abdi dalemnya adalah Mas Bugel,Ki
Bedegel,Ki Rimpung dan Mas Jemblung. Setiap saat mereka
berada di sana dan setiap saat mereka melayani permintaan
para peziarah.

Sungguh menakjubkan. Sekarang abad 21 di mana dunia
tengah menghadapi era teknologi canggih. Namun demikian,
kepercayaan akan dunia lain masih tetap dipertahankan.
Contohnya kekuatan Rawa Onom dan Pulo Majeti ini.

Maka banyaklah orang berziarah dan bertapa di sana untuk
minta berkah, seperti ingin diluluskan segala cita-citanya,
ingin dapat jodoh, dapat kerjaan, sampai kepada ingin
anak lulus ujian.

“Tapi berziarah ke Pulo Majeti segalanya harus
serius dan harus dilakukan dengan tertib dan sopan.
Kalau ada tindak kesombongan diperlihatkan di sini,
alamat akan ada risikonya!” tutur juru kunci.

Demikian pula yang diakui oleh beberapa penziarah. Pernah
ada yang datang namun tak percaya atas keberadaan hal-hal
gaib Pulo Majeti. Maka mendadak sontak keanehan diperlihatkan.
Pernah seseorang terkencing-kencing lari sebab katanya
ada binatang aneh mengejar-ngejar terus. Sementara peziarah
lain hanya menatap

terbengong-bengong sebab apa yang ditakuti orang itu,
malah tak terlihat oleh orang lain.

Suatu malam buta, tiba-tiba hujan turun dengan deras,
disertai kilat menyambar-nyambar. Namun selang beberapa
lama kemudian, hujan berhenti dan seluruh pakaian pengunjung
mendadak kering seperti tak pernah terguyur air sebelumnya.


Dihormati penguasa

Kerajaan Bangsa Onom di Pulo Majeti yang dirajai oleh
Prabu Selang Kuning ini, kono dihormati pula oleh aparat
pemda Kabupaten Ciamis. Percaya atau tidak, beberapa
waktu yang lalu, bila di pemda akan mengadakan perayaan
apa saja, seperti HUT Kabupaten atau HUT-RI misalnya,
maka dari berbagai kalangan yang diundang, bangsa onom
pun diundang pula.

Sampai dengan dekade 1980-an bahkan pada acara-acara
perayaan khusus, panitia pernah menyiapkan sebuah kuda
yang sudah dihias.

Kuda itu dibawa karnaval dalam keadaan kosong, artinya
tanpa penunggang. Namun aneh, kuda itu ngosngosan seperti
membawa beban berat. Konon, sebenarnya kuda itu ditunggangi
oleh bangsa onom.

Di lingkungan pendopo juga, suka disediakan sebuah kamar
khusus buat “undangan khusus” ini. Di dalam
kamar itu sudah dipersiapkan berbagai penganan dan juga
pakaian baik pakaian untuk pria maupun untuk wanita.
Kata orang tua pengatur tata-cara ini, bila ada hal-hal
aneh, maka siapa pun jangan sekali-kali menggubrisnya.

Namun suatu kali ada seorang istri pejabat yang ngomongin
seorang tamu. Katanya ada tamu perempuan, kerjanya makan
melulu. Tak lama sesudah itu, bibir istri pejabat bengkak
mendadak. Dan penyakit bengkak sembuh mendadak setelah
orang tua dari panitia minta maaf atas kelancangan berbicara.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, seiring pula
dengan peningkatan wawasan keagamaan, upacara-upacara
seperti ini sudah tak dilakukan di pendopo Kabupaten
Ciamis.
Pemberontak

Prabu Selang Kuning, penguasa Kerajaan Pulo Majeti ini,
dulunya manusia biasa juga. Dia adalah patih kepercayaan
Kerajaan Galuh.

Oleh raja diperintah membangun wilayah baru di daerah
Pulo Majeti. Patih lancang Kuning menerima perintah
ini sebaik-baiknya sehingga di Pulo Majeti yang semula
rawa, berubah menjadi istana hebat.

Namun Selang Kuning tak mau menyerahkan hasil karyanya
kepada rajanya, melainkan dia mengangkat dirinya sendiri
menjadi penguasa Kerajaan Pulo Majeti.

Untuk menghindarkan percekcokan dengan dengan Kerajaan
Galuh, maka Prabu Selang Kuning mengajak seluruh rakyatnya
pindah ke alam lain. Itulah bangsa onom.

==end of copy paste==

subtotal di sql

Tikamari urang keur neangan rumus kumaha carana nyieun subtotal di
microsoft sql query. Cobaan nanyakeun ka ‘dukun-dukun’ komputer di
milist tatangga euweuh nu mere jawaban nu muncekil. Nu mere jawabanmah
aya sih tapi pas cobaan diterapkeun di program hasilna kurang sampurna.
Tadinamah rek nanyakeun ka bos, bos teu asup. Keur liburan ahir taun.
Teuing liburan ka endi. Ahirnamah urang coba-coba wae ku sorangan,
berhasill!!.

Kieu carana;

select= eusian ku kolom nu rek di jieun subtotal, ku kolom nu angkana
rek ditotal bari ditambahkeun fungsi ’sum’. Mun perlu dibere kecapn nu
engkena bakal jadi header. Kieu contona;

select inv_date, SUM(QTY_SALES*BASE_PRICE)bruto

Di teoheun ’select’ tambahkeun parentah-parentah nu sejena secara urut.
Mun urutanana salah program baris error;

from sales_temp
where bc=11 ———-ieumah filter biasa.
group by INV_DATE——kolom nu rek digroup. Kolom inv_date
order by inv_date———hasil grouping bakal diurutkeun dumasar kana
inv_date
***

Sinuhun Jati Kang Misuwur

Sawijining dina Sinuhun Jati wis gilig manahe arep tindak ning negara Mesir perlu sowan ibue. Tetilike Sinuhun Jati mana iku ana rong maksud. Kang dhingin, piyambeke arep ngaturi ibue mugi kersa jumeneng ning Cerbon. Kapindo, Sinuhun Jati arep asrah tahta ning rayie kang aran Syarif Nurullah.

Rong maksud mau pancen wis dadi karep lan pengangen-angen piyambeke, kang tansah dadi krentege kalbu. Piyambeke luwih mrenah urip ning tanah leluhure, tinimbang jumeneng nata ning negara Mesir anggenteni kalungguhan ramae.

Ning Cerbon piyambeke bisa damel karya agung, beberes lan mranatani masarakate kang tembe bae manjing agama Islam. Ning Mesir mung trima dadi raja, olih kesenengan urip lair tanpa kelawan makarya kanggo dunya akerat. Mengkonon kersae Sinuhun Jati.

Wis dadi kersae Allah SWT, pekarepan mau den trima kelawan becik dening ingkang ibu lan rayie. Nuli Syarif Nurullah jumeneng nata nggentos kalungguhan ingkang rama Syarif Abdullah Ibnu Maulana Sultan Makhmud Al Misri. Dene ingkang ibu, Hajjah Syarifah Mudaim kersa kaboyong, nuli jumeneng ning Giri Nur Saptarengga nganti tutup yuswa, katelah Nyi Mas Ratu Panatagama Pasambangan.

Semono uga Sinuhun nampi jejuluk akeh, antarae dadi Panetep Panatagama Islam sinarat Sunda. Jumeneng pimpinan Wali Sanga lan Wali Kutubing Jaman ning negara masyrik.

(Nukilan saking “Carub Kandha Carang Seket” Crita ke 36.672 Sudibjo ZH T.D. Sudjana, 1980)

linux was born

Ini email dari Mas Linus. Sebuah langkah kecil yg ahirnya bisa membuat sejarah.

Newsgroup: comp.os.minix
Dari: torva…@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Tanggal: 25 Aug 91 20:57:08 GMT
Lokal: Sen 26 Agu 1991 03:57
Perihal: What would you like to see most in minix?

Hello everybody out there using minix -

I’m doing a (free) operating system (just a hobby, won’t be big and
professional like gnu) for 386(486) AT clones.  This has been brewing
since april, and is starting to get ready.  I’d like any feedback on
things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat
(same physical layout of the file-system (due to practical reasons)
among other things).

I’ve currently ported bash(1.0 8) and gcc(1.40), and things seem to work.
This implies that I’ll get something practical within a few months, and
I’d like to know what features most people would want.  Any suggestions
are welcome, but I won’t promise I’ll implement them :-)

Linus (torva…@kruuna.helsinki.fi)

PS.  Yes - it’s free of any minix code, and it has a multi-threaded fs.
It is NOT protable (uses 386 task switching etc), and it probably never
will support anything other than AT-harddisks, as that’s all I have :-(.

setup network card isa di ubuntu server

Kalau setup network card isa di ubuntu biasa yg ada gui-nya saya sudah bisa dari dulu (lihat tulisanku terdahulu). Tapi untuk setup di server yg mana tak ada gui-nya baru kali ini. Ini setelah aku dipaksa berfikir keras karena aku membutuhkan sebuah komputer backup server yg mana resourcesnya sangat minim sehingga hanya kuat diinstall linux dgn cli sajah. Pilihannya  ubuntu server.

Caranya begini;

  1. Pertama masukan perintah [modepreobe 3c509]. 3c509 adalah kode kartu jaringanku. Untuk merek lain bisa dicari di google.  Tak akan terjadi apa-apa. Normal.
  2. Setelah itu edit file konfigurasi jaringan sehingga formatnya seperti pada buku ubuntu (sory lupa)
  3. Jalankan perintah [ifconfig eth0 up] untuk …..

(bersambung….)

install kubuntu 7.10

Termotivasi oleh speed kde yg begitu mengesankan dibanding ubutu (saat itu aku install blankon dan ditambahkan kde sebagai windows mgr-nya) aku jadi tertarik untuk install kde ‘beneran’. Yakni dengan menginstall kubuntu. So…show begin.

Pertama aku jalankan live cd secara default. Error. Gui gak mau muncul. AHirnya aku restart dan jalankan live cd pada ’safe graphis mode’. Jalan. Hm…karena safe tampilannya juga save. Gak suka sih. Gak tajam. Tapi…aku punya ide. Install aja dulu. Setelah beres install aku bisa edit configurasi xwindows secara manual (lihat blog ku terdahulu).

Installpun dimulai. Tak lupa saat install aku copot kabel lan. Karena kalau tidak dia akan mencari update di internet. Instalasi berjalan sekitar 20 menit.

Beres install aku coba restart. Dan…guinya bener-bener pada ’save grapik mode. AHirnya aku restart dan masuk ke recovery mode untuk edit xwindows. Dan berhasil. Sekarang kubuntu sudah jalan dengan bagus. Aku suka ’speed’-nya.